Selasa, 16 Agustus 2011

Love Love

Harus kuakui, perasaan kasih sayang pada lawan jenis itu tak dapat lagi bisa aku pungkiri. karena memang aku sendiripun merasakannya dan hal itu sungguh nikmat, namun juga menyiksa. rasa rindu yang seakan memaksakan hati ingin bertemu pada sang belahan jiwa, namun disisi lain aku sadar itu adalah zina. ya itu zina. zina tak hanya dikaitkan dengan 'praktek langsungnya' akan tetapi ia mempunyai banyak cabang yang menjadi awal mula hasrat menuju zina terbesar yaitu jima'.
 Weitz, jadi ngomongin yang gak gak ni.
ok la kembali ke pem..? bahasan (ala kutul. ehh tukul).


yayaya, rasa rindu itu memang menyiksa, tapi cinta tanpa rindu seperti sayur tanpa sop (jayus deh..)
oh cinta, mengapa kau sangat transparan?
sehingga aku terkadang sulit memisahkan antara mana cinta dan mana nafsu. karena eh karena jika dilihat dengan mata telanjang sepertinya sama, tapi kalau kita selidiki lagi antara cinta dan nafsu itu beda loh sobat kecil (nyolot).
ko beda?
yaiyalah, secara gitu kalu cinta adalah dimana kita bisa melakukan apapun itu kepada objek yang kita cintai secara tulus  dan bahkan berkorban secara penuh. bandingkan dengan nafsu yang bisa diartikan juga egois. loh ko?  iyalah, coba deh difikir, kalu kita nafsu akan sesuatu pasti semua yang kita tidak inginkan akan terabai. gak ngerti kan? sama aku juga (tapi dikit :p).
jadi gini contohnya: misal kamu mau punya motor, tapi ortu gak mampu untuk membelikannya, lalu kamu bentak-bentak dan bahkan memaksa ortumu untuk membelikannya sampe mrka smaput (busseeettt tega amat lu!) sampai akhirnya ortumu merasa sangat sedih karena sikapmu itu. nahh.. itu namanya nafsu.
ceritanya sampai disini dulu yaa
see you bye bye :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar